Produksi Mangga Ekspor Naik Empat Kali Lipat
Jum'at, 25 April 2008
Produksi mangga kualitas ekspor di Jawa Barat, khususnya di wilayah Cirebon, naik dari lima persen menjadi 20 persen dari total produksi, sehingga kesejahteraan petani mangga terus membaik, kata Direktur Budidaya Tanaman Buah, Depertemen Pertanian, Ir Sri Kuntarsih.
"Saya bangga produksi mangga yang masuk kualitas ekspor sudah mencapai 20 persen dari hasil produksi, padahal tahun lalu masih sekitar lima persen," katanya pada acara Temu Lapang Kelompok Tani Buah (KTB) Gedong Gincu, yang diikuti sekitar 20 TKB se-Kabupaten Cirebon, Selasa siang.
Ia berharap petani dapat terus memperbaiki kualitas buah, khususnya dalam masalah pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman seperti lalat buah, wereng dan kutu putih.
Khusus hasil produksi petani mangga Cirebon, Sri kuntarsih mengaku sudah dapat memberikan label "prima 3" yang artinya aman untuk dikonsumsi sehingga bisa dengan mudah diekspor ke berbagai negara karena penggunaan pestisida yang masih di bawah ambang batas. Selengkapnya......
Lembaga Donor Siap Pasarkan Mangga Gincu
Minggu, 6 April 2008
Dua lembaga donor dari Belanda, Agriterra dan Cordaid, yang sering memberikan bantuan bagi petani, menyatakan siap membantu memasarkan mangga "Gincu Nano-nano" yaitu jenis mangga yang diimpor dari Australia tetapi pohonnya mampu tumbuh di Majalengka, Indonesia.
Jose Levelink dari Agriterra yang berkunjung ke Kebun Jatitujuh di Kabupaten Majalengka, milik SS Fruit Fresh kepada ANTARA, Kamis, mengatakan, rasa buah "Gincu Nano-nano" yang sebelumnya dikenal dengan nama Irwin itu sangat khas, yaitu perpaduan antara manis dan asam, dengan daging buah yang agak berair.
"Rasa seperti itu sangat cocok dengan lidah orang Eropa, rasanya mirip seperti buah Gedong Gincu, khas Cirebon tetapi agak masam. Di Eropa khususnya Belanda hampir tidak dijumpai mangga seperti itu," katanya ketika mencoba satu buah "Gincu Nano-nano".
Ia menjelaskan, rendahnya harga mangga di tingkat petani di Indonesia apalagi saat panen raya juga disebabkan karena buah mangga tidak diekpor, padahal pasaran Eropa sangat terbuka. Selengkapnya......
Sahril Sidik, Putra Gayo Pengusaha Mangga
Selasa, 4 Maret 2008
Lulus SMU 1 Pegasing Aceh Tengah, Selanjutnya, ia menjalani pendidikan di Akademi Maritim Cirebon Jawa Barat.
Pengetahuannya tentang maritim hanya dia manfaatkan selama beberapa bulan saja, sewaktu bekerja di sebuah kapal laut. Urung jadi perwira kapal laut, kini Sahril justru menjadi pengusaha mangga gedong gincu.
Disebut pengusaha karena Sahril tak sekadar bertani, tetapi juga mampu mengekspor mangga secara kontinu ke Singapura. Mangga gedong gincu yang diekspornya ke Singapura itu selanjutnya merambah ke negara-negara lain. “Semua ini karena teman,” ungkap Sahril, yang kini tinggal di Taman Kapuk Permai, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.
Bagi Sahril, teman memang memegang peran penting dalam perkembangan bisnisnya. Pengalamannya berorganisasi di Forum Komunikasi Taruna Maritim Indonesia (Forkatami) dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) membuat Sahril memiliki banyak teman dari berbagai daerah dan profesi. Organisasi mahasiswa ini memiliki jejaring dengan anggota dan alumni lain di seluruh Nusantara. Selengkapnya......
<< First < Prev Next > Last >>